Kali ini D.H.S akan berbagi Ilmu Tentang Sejarah Kerajaan-Kerajaan pada Masa Hindu-Buddha di Indonesia langsung aja kepembahasannya :
1. Kerajaan Kutai
Bicara soal perkembangan Kerajaan Kutai, tidak lepas dari
sosok Raja Mulawarman. Kamu perlu memahami keberadaan
Kerajaan Kutai, karena Kerajaan Kutai ini dipandang sebagai
kerajaan Hindu-Buddha yang pertama di Indonesia.
Kerajaan Kutai diperkirakan terletak di daerah Muarakaman di tepi Sungai
Mahakam, Kalimantan Timur. Sungai Mahakam merupakan sungai
yang cukup besar dan memiliki beberapa anak sungai. Daerah di
sekitar tempat pertemuan antara Sungai Mahakam dengan anak
sungainya diperkirakan merupakan letak Muarakaman dahulu.
Sungai Mahakam dapat dilayari dari pantai sampai masuk ke
Muarakaman, sehingga baik untuk perdagangan. Inilah posisi
yang sangat menguntungkan untuk meningkatkan perekonomian
masyarakat. Sungguh Tuhan Yang Maha Esa menciptakan alam
semesta dan tanah air Indonesia itu begitu kaya dan strategis. Hal
ini perlu kita syukuri.
sosok Raja Mulawarman. Kamu perlu memahami keberadaan
Kerajaan Kutai, karena Kerajaan Kutai ini dipandang sebagai
Kerajaan Kutai diperkirakan terletak di daerah Muarakaman di tepi Sungai
Mahakam, Kalimantan Timur. Sungai Mahakam merupakan sungai
yang cukup besar dan memiliki beberapa anak sungai. Daerah di
sekitar tempat pertemuan antara Sungai Mahakam dengan anak
sungainya diperkirakan merupakan letak Muarakaman dahulu.
Sungai Mahakam dapat dilayari dari pantai sampai masuk ke
Muarakaman, sehingga baik untuk perdagangan. Inilah posisi
yang sangat menguntungkan untuk meningkatkan perekonomian
masyarakat. Sungguh Tuhan Yang Maha Esa menciptakan alam
semesta dan tanah air Indonesia itu begitu kaya dan strategis. Hal
ini perlu kita syukuri.
Untuk memahami perkembangan Kerajaan Kutai itu, tentu
memerlukan sumber sejarah yang dapat menjelaskannya. Sumber
sejarah Kutai yang utama adalah prasasti yang disebut yupa, yaitu
berupa batu bertulis. Yupa juga sebagai tugu peringatan dari
upacara kurban. Yupa ini dikeluarkan pada masa pemerintahan raja
Mulawarman. Prasasti yupa ditulis dengan huruf pallawa dan bahasa
sanskerta. Dengan melihat bentuk hurufnya, para ahli berpendapat
bahwa yupa dibuat sekitar abad ke-5 M.
Yang menarik dalam prasasti itu juga disebut nama kakek
Mulawarman yang bernama Kudungga. Kudungga berarti penguasa
lokal, dan yang setelah terkena pengaruh Hindu-Buddha daerah
tersebut berubah menjadi kerajaan. Namanya tetap Kudungga
berbeda dengan nama puteranya yang bernama Aswawarman dan 67 Sejarah Indonesia
cucunya yang bernama Mulawarman. Oleh karena itu yang terkenal
sebagai wamsakerta adalah Aswawarman. Coba pelajaran apa yang
dapat kita peroleh dengan persoalan nama di dalam satu keluarga
Kudungga itu?
Satu di antara yupa itu memberi informasi penting tentang
silsilah Raja Mulawarman. Diterangkan bahwa Kudungga
mempunyai putra bernama Aswawarman. Raja Aswawarman
dikatakan seperti Dewa Ansuman (Dewa Matahari). Aswawarman
mempunyai tiga anak, tetapi yang terkenal adalah Mulawarman.
Raja Mulawarman dikatakan sebagai raja yang terbesar di Kutai. Ia
pemeluk agama Hindu-Siwa yang setia. Tempat sucinya dinamakan
Waprakeswara. Ia juga dikenal sebagai raja
yang sangat dekat dengan kaum brahmana dan
rakyat. Raja Mulawarman sangat dermawan.
Ia mengadakan kurban emas dan 20.000 ekor
lembu untuk para brahmana. Oleh karena
itu, sebagai rasa terima kasih dan peringatan
mengenai upacara kurban, para brahmana
mendirikan sebuah yupa.
Pada masa pemerintahan Mulawarman, Kutai mengalami
zaman keemasan. Kehidupan ekonomi pun mengalami
perkembangan. Kutai terletak di tepi sungai, sehingga
masyarakatnya melakukan pertanian. Selain itu, mereka banyak
yang melakukan perdagangan. Bahkan diperkirakan sudah terjadi
hubungan dagang dengan luar. Jalur perdagangan internasional
dari India melewati Selat Makassar, terus ke Filipina dan sampai
di Cina. Dalam pelayarannya dimungkinkan para pedagang itu
singgah terlebih dahulu di Kutai. Dengan demikian, Kutai semakin
ramai dan rakyat hidup makmur.
memerlukan sumber sejarah yang dapat menjelaskannya. Sumber
sejarah Kutai yang utama adalah prasasti yang disebut yupa, yaitu
berupa batu bertulis. Yupa juga sebagai tugu peringatan dari
upacara kurban. Yupa ini dikeluarkan pada masa pemerintahan raja
Mulawarman. Prasasti yupa ditulis dengan huruf pallawa dan bahasa
sanskerta. Dengan melihat bentuk hurufnya, para ahli berpendapat
bahwa yupa dibuat sekitar abad ke-5 M.
Yang menarik dalam prasasti itu juga disebut nama kakek
Mulawarman yang bernama Kudungga. Kudungga berarti penguasa
lokal, dan yang setelah terkena pengaruh Hindu-Buddha daerah
tersebut berubah menjadi kerajaan. Namanya tetap Kudungga
berbeda dengan nama puteranya yang bernama Aswawarman dan 67 Sejarah Indonesia
cucunya yang bernama Mulawarman. Oleh karena itu yang terkenal
sebagai wamsakerta adalah Aswawarman. Coba pelajaran apa yang
dapat kita peroleh dengan persoalan nama di dalam satu keluarga
Kudungga itu?
Satu di antara yupa itu memberi informasi penting tentang
silsilah Raja Mulawarman. Diterangkan bahwa Kudungga
mempunyai putra bernama Aswawarman. Raja Aswawarman
dikatakan seperti Dewa Ansuman (Dewa Matahari). Aswawarman
mempunyai tiga anak, tetapi yang terkenal adalah Mulawarman.
Raja Mulawarman dikatakan sebagai raja yang terbesar di Kutai. Ia
pemeluk agama Hindu-Siwa yang setia. Tempat sucinya dinamakan
Waprakeswara. Ia juga dikenal sebagai raja
yang sangat dekat dengan kaum brahmana dan
rakyat. Raja Mulawarman sangat dermawan.
Ia mengadakan kurban emas dan 20.000 ekor
lembu untuk para brahmana. Oleh karena
itu, sebagai rasa terima kasih dan peringatan
mengenai upacara kurban, para brahmana
mendirikan sebuah yupa.
Pada masa pemerintahan Mulawarman, Kutai mengalami
zaman keemasan. Kehidupan ekonomi pun mengalami
perkembangan. Kutai terletak di tepi sungai, sehingga
masyarakatnya melakukan pertanian. Selain itu, mereka banyak
yang melakukan perdagangan. Bahkan diperkirakan sudah terjadi
hubungan dagang dengan luar. Jalur perdagangan internasional
dari India melewati Selat Makassar, terus ke Filipina dan sampai
di Cina. Dalam pelayarannya dimungkinkan para pedagang itu
singgah terlebih dahulu di Kutai. Dengan demikian, Kutai semakin
ramai dan rakyat hidup makmur.
2. Kerajaan Tarumanegara
Sejarah tertua yang berkaitan dengan pengendalian banjir
dan sistem pengairan adalah pada masa Kerajaan Tarumanegara.
Untuk mengendalikan banjir dan pertanian yang diduga di
wilayah Jakarta saat ini, maka Raja Purnawarman menggali sungai
Candrabaga. Setelah selesai melakukan penggalian sungai maka
raja mempersembahkan 1.000 ekor lembu pada brahmana. Berkat
sungai itulah penduduk Tarumanegara menjadi makmur. Siapakah
Raja Purnawarman itu?
Purnawarman adalah raja terkenal dari Tarumanegara.
Perlu kamu pahami bahwa setelah Kerajaan Kutai berkembang
di Kalimantan Timur, di Jawa bagian barat muncul Kerajaan
Tarumanegara. Kerajaan ini terletak tidak jauh dari pantai utara
Jawa bagian Barat. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan
letak pusat Kerajaan Tarumanegara diperkirakan di antara Sungai
Citarum dan Cisadane. Kalau mengingat namanya Tarumanegara,
dan kata taruma mungkin berkaitan dengan kata tarum yang artinya
nila. Kata tarum dipakai sebagai nama sebuah sungai di Jawa Barat,
yakni Sungai Citarum. Mungkin juga letak Tarumanegara dekat
dengan aliran Sungai Citarum. Kemudian berdasarkan Prasasti
Tugu, Purbacaraka memperkirakan pusatnya ada di daerah Bekasi.
Sumber sejarah Tarumanegara yang utama adalah beberapa
prasasti yang telah ditemukan. Berkaitan dengan perkembangan
Kerajaan Tarumanegara, telah ditemukan tujuh buah prasasti.
Prasasti-prasasti itu berhuruf pallawa dan berbahasa sansekerta.
Ketujuh prasasti itu adalah :
1. Prasasti Ciareteun
Prasasti ini ditemukan di tepi Sungai Citarum di dekat
muaranya yang mengalir ke Sungai Cisadane, di daerah
Bogor. Pada prasasti ini dipahatkan sepasang telapak kaki
Raja Purnawarman.70 Kelas X
2. Prasati Kebon Kopi
Prasasti Kebon Kopi ditemukan di Kampung Muara
Hilir, Kecamatan Cibungbulang, Bogor. Pada prasasti ini
ada pahatan gambar tapak kaki gajah yang disamakan
dengan tapak kaki gajah Airawata (gajah kendaraan Dewa
Wisnu).
3. Prasasti Jambu
Prasasti ini ditemukan di perkebunan Jambu, Bukit
Koleangkok, kira-kira 30 km sebelah barat Bogor. Dalam
prasasti itu diterangkan bahwa Raja Purnawarman itu
gagah, pemimpin yang termasyhur, dan baju zirahnya
tidak dapat ditembus senjata musuh.
4. Prasasti Tugu
Prasasti Tugu ditemukan di Desa Tugu, Cilincing Jakarta.
Prasasti ini menerangkan tentang penggalian saluran
Gomati dan Sungai Candrabhaga. Mengenai nama
Candrabhaga, Purbacaraka mengartikan candra = bulan
= sasi. Candrabhaga menjadi sasibhaga dan kemudian
menjadi Bhagasasi - bagasi, akhirnya menjadi Bekasi.
5. Prasasti Pasir Awi
Prasasti Pasir Awi ditemukan di daerah Bogor.
6. Prasasti Muara Cianten
Prasasti Muara Cianten ditemukan di daerah Bogor.
7. Prasasti Lebak
Prasasti Lebak ditemukan di tepi Sungai Cidanghiang,
Kecamatan Muncul, Banten Selatan. Prasasti ini
menerangkan tentang keperwiraan, keagungan, dan
keberanian Purnawarman sebagai raja dunia.
Di samping beberapa prasasti tersebut, berita Cina juga dapat
dijadikan sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara. Terutama berita
yang disampaikan oleh seorang musafr Cina yang bernama Fa-Hien
yang berkunjung ke Jawa. Ia telah menyebut adanya Kerajaan To-lo-
mo atau Taruma.
dan sistem pengairan adalah pada masa Kerajaan Tarumanegara.
Untuk mengendalikan banjir dan pertanian yang diduga di
wilayah Jakarta saat ini, maka Raja Purnawarman menggali sungai
Candrabaga. Setelah selesai melakukan penggalian sungai maka
raja mempersembahkan 1.000 ekor lembu pada brahmana. Berkat
sungai itulah penduduk Tarumanegara menjadi makmur. Siapakah
Raja Purnawarman itu?
Purnawarman adalah raja terkenal dari Tarumanegara.
Perlu kamu pahami bahwa setelah Kerajaan Kutai berkembang
di Kalimantan Timur, di Jawa bagian barat muncul Kerajaan
Tarumanegara. Kerajaan ini terletak tidak jauh dari pantai utara
Jawa bagian Barat. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan
letak pusat Kerajaan Tarumanegara diperkirakan di antara Sungai
Citarum dan Cisadane. Kalau mengingat namanya Tarumanegara,
dan kata taruma mungkin berkaitan dengan kata tarum yang artinya
nila. Kata tarum dipakai sebagai nama sebuah sungai di Jawa Barat,
yakni Sungai Citarum. Mungkin juga letak Tarumanegara dekat
dengan aliran Sungai Citarum. Kemudian berdasarkan Prasasti
Tugu, Purbacaraka memperkirakan pusatnya ada di daerah Bekasi.
Sumber sejarah Tarumanegara yang utama adalah beberapa
prasasti yang telah ditemukan. Berkaitan dengan perkembangan
Kerajaan Tarumanegara, telah ditemukan tujuh buah prasasti.
Prasasti-prasasti itu berhuruf pallawa dan berbahasa sansekerta.
Ketujuh prasasti itu adalah :
1. Prasasti Ciareteun
Prasasti ini ditemukan di tepi Sungai Citarum di dekat
muaranya yang mengalir ke Sungai Cisadane, di daerah
Bogor. Pada prasasti ini dipahatkan sepasang telapak kaki
Raja Purnawarman.70 Kelas X
2. Prasati Kebon Kopi
Prasasti Kebon Kopi ditemukan di Kampung Muara
Hilir, Kecamatan Cibungbulang, Bogor. Pada prasasti ini
ada pahatan gambar tapak kaki gajah yang disamakan
dengan tapak kaki gajah Airawata (gajah kendaraan Dewa
Wisnu).
3. Prasasti Jambu
Prasasti ini ditemukan di perkebunan Jambu, Bukit
Koleangkok, kira-kira 30 km sebelah barat Bogor. Dalam
prasasti itu diterangkan bahwa Raja Purnawarman itu
gagah, pemimpin yang termasyhur, dan baju zirahnya
tidak dapat ditembus senjata musuh.
4. Prasasti Tugu
Prasasti Tugu ditemukan di Desa Tugu, Cilincing Jakarta.
Prasasti ini menerangkan tentang penggalian saluran
Gomati dan Sungai Candrabhaga. Mengenai nama
Candrabhaga, Purbacaraka mengartikan candra = bulan
= sasi. Candrabhaga menjadi sasibhaga dan kemudian
menjadi Bhagasasi - bagasi, akhirnya menjadi Bekasi.
5. Prasasti Pasir Awi
Prasasti Pasir Awi ditemukan di daerah Bogor.
6. Prasasti Muara Cianten
Prasasti Muara Cianten ditemukan di daerah Bogor.
7. Prasasti Lebak
Prasasti Lebak ditemukan di tepi Sungai Cidanghiang,
Kecamatan Muncul, Banten Selatan. Prasasti ini
menerangkan tentang keperwiraan, keagungan, dan
keberanian Purnawarman sebagai raja dunia.
Di samping beberapa prasasti tersebut, berita Cina juga dapat
dijadikan sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara. Terutama berita
yang disampaikan oleh seorang musafr Cina yang bernama Fa-Hien
yang berkunjung ke Jawa. Ia telah menyebut adanya Kerajaan To-lo-
mo atau Taruma.
Kerajaan Tarumanegara mulai berkembang pada abad
ke-5 M. Raja yang sangat terkenal adalah Purnawarman. Ia
dikenal sebagai raja yang gagah berani dan tegas. Ia juga
dekat dengan para brahmana, pangeran, dan rakyat. Ia raja
yang jujur, adil, dan arif di dalam memerintah. Daerahnya
cukup luas sampai ke daerah Banten. Kerajaan Tarumanegara
telah menjalin hubungan dengan kerajaan lain, misalnya
dengan Cina.
Dalam kehidupan agama, sebagian besar masyarakat
Tarumanegara memeluk agama Hindu. Sedikit yang beragama
Buddha dan masih ada yang mempertahankan agama nenek
moyang (animisme). Berdasarkan berita dan Fa-Hien, di
Tolomo ada tiga agama, yakni agama Hindu, agama Buddha
dan kepercayaan animisme. Raja memeluk agama Hindu.
Sebagai bukti, pada prasasti Ciareteun ada tapak kaki raja
yang diibaratkan tapak kaki Dewa Wisnu. Sumber Cina
lainnya menyatakan bahwa, pada masa Dinasti T’ang terjadi
hubungan perdagangan dengan Jawa. Barang-barang yang
diperdagangkan adalah kulit penyu, emas, perak, cula badak,
dan gading gajah. Penduduk daerah itu pandai membuat
minuman keras yang terbuat dari bunga kelapa.
Rakyat Tarumanegara hidup aman dan tenteram.
Pertanian merupakan mata pencaharian pokok. Di samping
itu, perdagangan juga berkembang. Kerajaan Tarumanegara
mengadakan hubungan dagang dengan Cina dan India.
ke-5 M. Raja yang sangat terkenal adalah Purnawarman. Ia
dikenal sebagai raja yang gagah berani dan tegas. Ia juga
dekat dengan para brahmana, pangeran, dan rakyat. Ia raja
yang jujur, adil, dan arif di dalam memerintah. Daerahnya
cukup luas sampai ke daerah Banten. Kerajaan Tarumanegara
telah menjalin hubungan dengan kerajaan lain, misalnya
dengan Cina.
Dalam kehidupan agama, sebagian besar masyarakat
Tarumanegara memeluk agama Hindu. Sedikit yang beragama
Buddha dan masih ada yang mempertahankan agama nenek
moyang (animisme). Berdasarkan berita dan Fa-Hien, di
Tolomo ada tiga agama, yakni agama Hindu, agama Buddha
dan kepercayaan animisme. Raja memeluk agama Hindu.
Sebagai bukti, pada prasasti Ciareteun ada tapak kaki raja
yang diibaratkan tapak kaki Dewa Wisnu. Sumber Cina
lainnya menyatakan bahwa, pada masa Dinasti T’ang terjadi
hubungan perdagangan dengan Jawa. Barang-barang yang
diperdagangkan adalah kulit penyu, emas, perak, cula badak,
dan gading gajah. Penduduk daerah itu pandai membuat
minuman keras yang terbuat dari bunga kelapa.
Rakyat Tarumanegara hidup aman dan tenteram.
Pertanian merupakan mata pencaharian pokok. Di samping
itu, perdagangan juga berkembang. Kerajaan Tarumanegara
mengadakan hubungan dagang dengan Cina dan India.
3. Kerajaan Kalingga
Ratu Sima adalah penguasa di Kerajaan Kalingga. Ia
digambarkan sebagai seorang pemimpin wanita yang tegas dan
taat terhadap peraturan yang berlaku dalam kerajaan itu. Kerajaan
Kalingga atau Holing, diperkirakan terletak di Jawa bagian tengah.
Nama Kalingga berasal dari Kalinga, nama sebuah kerajaan di
India Selatan. Menurut berita Cina, di sebelah timur Kalingga
ada Po-li (Bali sekarang), di sebelah barat Kalingga terdapat
To-po-Teng (Sumatra). Sementara di sebelah utara Kalingga
terdapat Chen-la (Kamboja) dan sebelah selatan berbatasan dengan
samudera. Oleh karena itu, Kalingga diperkirakan terletak di Jawa
Tengah, di Kecamatan Keling, sebelah utara Gunung Muria.
Sumber utama mengenai Kerajaan Kalingga adalah berita
Cina, misalnya berita dari Dinasti T’ang. Sumber lain adalah Prasasti
Tuk Mas di lereng Gunung Merbabu. Melalui berita Cina, banyak
hal yang kita ketahui tentang perkembangan Kerajaan Kalingga dan
kehidupan masyarakatnya. Kerajaan Kalingga berkembang kira-kira
abad ke-7 - ke-9 M.
Raja yang paling terkenal pada masa Kerajaan Kalingga
adalah seorang raja wanita yang bernama Ratu Sima. Ia
memerintah sekitar tahun 674 M. Ia dikenal sebagai raja
yang tegas, jujur, dan sangat bijaksana. Hukum dilaksanakan
dengan tegas dan seadil-adilnya. Rakyat patuh terhadap semua
peraturan yang berlaku. Untuk mencoba kejujuran rakyatnya,
Ratu Sima pernah mencobanya, dengan meletakkan pundi-
pundi di tengah jalan. Ternyata sampai waktu yang lama
tidak ada yang mengusik pundi-pundi itu. Akan tetapi, pada
suatu hari ada anggota keluarga istana yang sedang jalan-
jalan, menyentuh kantong pundi-pundi dengan kakinya Hal
ini diketahui Ratu Sima. Anggota keluarga istana itu dinilai
salah dan harus diberi hukuman mati. Akan tetapi atas usul
persidangan para menteri, hukuman itu diperingan dengan
digambarkan sebagai seorang pemimpin wanita yang tegas dan
taat terhadap peraturan yang berlaku dalam kerajaan itu. Kerajaan
Kalingga atau Holing, diperkirakan terletak di Jawa bagian tengah.
Nama Kalingga berasal dari Kalinga, nama sebuah kerajaan di
India Selatan. Menurut berita Cina, di sebelah timur Kalingga
ada Po-li (Bali sekarang), di sebelah barat Kalingga terdapat
To-po-Teng (Sumatra). Sementara di sebelah utara Kalingga
terdapat Chen-la (Kamboja) dan sebelah selatan berbatasan dengan
samudera. Oleh karena itu, Kalingga diperkirakan terletak di Jawa
Tengah, di Kecamatan Keling, sebelah utara Gunung Muria.
Sumber utama mengenai Kerajaan Kalingga adalah berita
Cina, misalnya berita dari Dinasti T’ang. Sumber lain adalah Prasasti
Tuk Mas di lereng Gunung Merbabu. Melalui berita Cina, banyak
hal yang kita ketahui tentang perkembangan Kerajaan Kalingga dan
kehidupan masyarakatnya. Kerajaan Kalingga berkembang kira-kira
abad ke-7 - ke-9 M.
Raja yang paling terkenal pada masa Kerajaan Kalingga
adalah seorang raja wanita yang bernama Ratu Sima. Ia
memerintah sekitar tahun 674 M. Ia dikenal sebagai raja
yang tegas, jujur, dan sangat bijaksana. Hukum dilaksanakan
dengan tegas dan seadil-adilnya. Rakyat patuh terhadap semua
peraturan yang berlaku. Untuk mencoba kejujuran rakyatnya,
Ratu Sima pernah mencobanya, dengan meletakkan pundi-
pundi di tengah jalan. Ternyata sampai waktu yang lama
tidak ada yang mengusik pundi-pundi itu. Akan tetapi, pada
suatu hari ada anggota keluarga istana yang sedang jalan-
jalan, menyentuh kantong pundi-pundi dengan kakinya Hal
ini diketahui Ratu Sima. Anggota keluarga istana itu dinilai
salah dan harus diberi hukuman mati. Akan tetapi atas usul
persidangan para menteri, hukuman itu diperingan dengan
hukuman potong kaki. Kisah ini menunjukkan, begitu tegas
dan adilnya Ratu Sima. Ia tidak membedakan antara rakyat
dan anggota kerabatnya sendiri.
Agama utama yang dianut oleh penduduk Kalingga
pada umumnya Buddha. Agama Buddha berkembang pesat.
Bahkan pendeta Cina yang bernama Hwi-ning datang di
Kaling dan tinggal selama tiga tahun. Selama di Kalingga, ia
menerjemahkan kitab suci agama Buddha Hinayana ke dalam
bahasa Cina. Dalam usaha menterjemahkan kitab itu Hwi-
ning dibantu oleh seorang pendeta bernama Jnanabadra.
Kepemimpinan raja yang adil, menjadikan rakyat hidup
teratur, aman,dan tenteram. Mata pencaharian penduduk
pada umumnya adalah bertani, karena wilayah Kalingga subur
untuk pertanian. Di samping itu, penduduk juga melakukan
perdagangan.
Kerajaan Kalingga mengalami kemunduran
kemungkinan akibat serangan Sriwijaya yang menguasai
perdagangan. Serangan tersebut mengakibatkan
pemerintahan Kijen menyingkir ke Jawa bagian timur atau
mundur ke pedalaman Jawa bagian tengah antara tahun 742
-755 M.
dan adilnya Ratu Sima. Ia tidak membedakan antara rakyat
dan anggota kerabatnya sendiri.
Agama utama yang dianut oleh penduduk Kalingga
pada umumnya Buddha. Agama Buddha berkembang pesat.
Bahkan pendeta Cina yang bernama Hwi-ning datang di
Kaling dan tinggal selama tiga tahun. Selama di Kalingga, ia
menerjemahkan kitab suci agama Buddha Hinayana ke dalam
bahasa Cina. Dalam usaha menterjemahkan kitab itu Hwi-
ning dibantu oleh seorang pendeta bernama Jnanabadra.
Kepemimpinan raja yang adil, menjadikan rakyat hidup
teratur, aman,dan tenteram. Mata pencaharian penduduk
pada umumnya adalah bertani, karena wilayah Kalingga subur
untuk pertanian. Di samping itu, penduduk juga melakukan
perdagangan.
Kerajaan Kalingga mengalami kemunduran
kemungkinan akibat serangan Sriwijaya yang menguasai
perdagangan. Serangan tersebut mengakibatkan
pemerintahan Kijen menyingkir ke Jawa bagian timur atau
mundur ke pedalaman Jawa bagian tengah antara tahun 742
-755 M.
4. Kerajaan Sriwijaya
Sejak permulaan tarikh Masehi, hubungan dagang antara,
India dengan Kepulauan Indonesia sudah ramai. Daerah pantai
timur Sumatra menjadi jalur perdagangan yang ramai dikunjungi
para pedagang. Kemudian, muncul pusat-pusat perdagangan
yang berkembang menjadi pusat kerajaan. Kerajaan-kerajaan
kecil di pantai Sumatra bagian timur sekitar abad ke-7, antara lain
Tulangbawang, Melayu, dan Sriwijaya. Dari ketiga kerajaan itu, yang
kemudian berhasil berkembang dan mencapai kejayaannya adalah
Sriwijaya. Kerajaan Melayu juga sempat berkembang, dengan
pusatnya di Jambi.
Pada tahun 692 M, Sriwijaya mengadakan ekspansi ke daerah
sekitar Melayu. Melayu dapat ditaklukkan dan berada di bawah
kekuasaan Sriwijaya. Letak pusat Kerajaan Sriwijaya ada berbagai
pendapat. Ada yang berpendapat bahwa pusat Kerajaan Sriwijaya
ada di Palembang, ada yang berpendapat di Jambi, bahkan ada
yang berpendapat di luar Indonesia. Akan tetapi, pendapat yang
banyak didukung oleh para ahli, pusat Kerajaan Sriwijaya adalah di
Palembang, di dekat pantai dan di tepi Sungai Musi. Ketika pusat
Kerajaan Sriwijaya di Palembang mulai menunjukkan kemunduran,
Sriwijaya berpindah ke Jambi.
Sumber sejarah Kerajaan Sriwijaya yang penting adalah
prasasti. Prasasti-prasasti itu ditulis dengan huruf Pallawa. Bahasa
yang dipakai Melayu Kuno. Beberapa prasasti itu antara lain sebagai
berikut.
1. Prasasti Kedukan Bukit
Prasasti Kedukan Bukit ditemukan di tepi Sungai Tatang,
dekat Palembang. Prasasti ini berangka tahun 605 Saka
(683 M). Isinya antara lain menerangkan bahwa seorang
bernama Dapunta Hyang mengadakan perjalanan suci
(siddhayatra) dengan menggunakan perahu. Ia berangkat
dari Minangatamwan dengan membawa tentara 20.000
personil.
2. Prasasti Talang Tuo
Prasasti Talang Tuo ditemukan di sebelah barat Kota
Palembang di daerah Talang Tuo. Prasasti ini berangka
tahun 606 Saka (684 M). Isinya menyebutkan tentang
pembangunan sebuah taman yang disebut Sriksetra.
Taman ini dibuat oleh Dapunta Hyang Sri Jayanaga.
3. Prasasti Telaga Batu
Prasasti Telaga Batu ditemukan di Palembang. Prasasti ini
tidak berangka tahun. Isinya terutama tentang kutukan kutukan yang menakutkan bagi mereka yang berbuat
kejahatan.
4. Prasasti Kota Kapur
Prasasti Kota Kapur ditemukan di Pulau Bangka, berangka
tahun 608 Saka (656 M). Isinya terutama permintaan
kepada para dewa untuk menjaga kedatuan Sriwijaya, dan
menghukum setiap orang yang bermaksud jahat.
5. Prasasti Karang Berahi
Prasasti Karang Berahi ditemukan di Jambi, berangka
tahun 608 saka (686 M). Isinya sama dengan isi Prasasti
Kota Kapur.Beberapa prasasti yang lain, yakni Prasasti Ligor
berangka tahun 775 M ditemukan di Ligor, Semenanjung
Melayu, dan Prasasti Nalanda di India Timur. Di samping
prasasti-prasasti tersebut, berita Cina juga merupakan
sumber sejarah Sriwijaya yang penting. Misalnya berita
dari I-tsing, yang pernah tinggal di Sriwijaya.
Perkembangan Kerajaan Sriwijaya
Ada beberapa faktor yang mendorong perkembangan
Sriwijaya antara lain :
a. Letak geografs dari Kota Palembang. Palembang sebagai
pusat pemerintahan terletak di tepi Sungai Musi. Di
depan muara Sungai Musi terdapat pulau-pulau yang
berfungsi sebagai pelindung pelabuhan di Muara Sungai
Musi. Keadaan seperti ini sangat tepat untuk kegiatan
pemerintahan dan pertahanan. Kondisi itu pula menjadikan
Sriwijaya sebagai jalur perdagangan internasional dari India
ke Cina, atau sebaliknya. Juga kondisi sungai-sungai yang
besar, perairan laut yang cukup tenang, serta penduduknya
yang berbakat sebagai pelaut ulung.
b. Runtuhnya Kerajaan Funan di Vietnam akibat serangan
Kamboja. Hal ini telah memberi kesempatan Sriwijaya
untuk cepat berkembang sebagai negara maritim.
Kerajaan Sriwijaya mulai berkembang pada abad
ke-7. Pada awal perkembangannya, rajanya disebut dengan
Dapunta Hyang. Dalam Prasasti Kedukan Bukit dan Talang
Tuo telah ditulis sebutan Dapunta Hyang. Pada abad ke-7,
Dapunta Hyang banyak melakukan usaha perluasan daerah.
Daerah-daerah yang berhasil dikuasai antara lain
sebagai berikut.
a. Tulang-Bawang yang terletak di daerah Lampung.
b. Daerah Kedah yang terletak di pantai barat Semenanjung
Melayu. Daerah ini sangat panting artinya bagi usaha
pengembangan perdagangan dengan India. Menurut
I-tsing, penaklukan Sriwijaya atas Kedah berlangsung
antara tahun 682-685 M.
c. Pulau Bangka yang terletak di pertemuan jalan perdagangan
internasional, merupakan daerah yang sangat penting.
Daerah ini dapat dikuasai Sriwijaya pada tahun 686 M
berdasarkan Prasasti Kota Kapur. Sriwijaya juga diceritakan
berusaha menaklukkan Bhumi Java yang tidak setia
kepada Sriwijaya. Bhumi Java yang dimaksud adalah Jawa,
khususnya Jawa bagian barat.
d. Daerah Jambi terletak di tepi Sungai Batanghari. Daerah
ini memiliki kedudukan yang penting, terutama untuk
memperlancar perdagangan di pantai timur Sumatra.
Penaklukan ini dilaksanakan kira-kira tahun 686 M (Prasasti
Karang Berahi).
e. Tanah Genting Kra merupakan tanah genting bagian
utara Semenanjung Melayu. Kedudukan Tanah Genting
Kra sangat penting. Jarak antara pantai barat dan pantai
timur di tanah genting sangat dekat, sehingga para
pedagang dari Cina berlabuh dahulu di pantai timur
dan membongkar barang dagangannya untuk diangkut
dengan pedati ke pantai barat. Kemudian mereka berlayar ke India. Penguasaan Sriwijaya atas Tanah
Genting Kra dapat diketahui dari Prasasti
Ligor yang berangka tahun 775 M.
f. Kerajaan Kaling dan Mataram Kuno.
Menurut berita Cina, diterangkan adanya
serangan dari barat, sehingga mendesak
Kerajaan Kaling pindah ke sebelah timur.
Diduga yang melakukan serangan adalah
Sriwijaya. Sriwijaya ingin menguasai Jawa
bagian tengah karena pantai utara Jawa
bagian tengah juga merupakan jalur
perdagangan yang penting.
Sriwijaya terus melakukan perluasan daerah,
sehingga Sriwijaya menjadi kerajaan yang besar.
Untuk lebih memperkuat pertahanannya, pada
tahun 775 M dibangunlah sebuah pangkalan di
daerah Ligor. Waktu itu yang menjadi raja adalah
Darmasetra.
Raja yang terkenal dari Kerajaan Sriwijaya
adalah Balaputradewa. Ia memerintah sekitar
abad ke-9 M. Pada masa pemerintahannya,
Sriwijaya berkembang pesat dan mencapai zaman
keemasan. Balaputradewa adalah keturunan
dari Dinasti Syailendra, yakni putra dari Raja
Samarotungga dengan Dewi Tara dari Sriwijaya.
Hal tersebut diterangkan dalam Prasasti Nalanda.
Balaputradewa adalah seorang raja yang besar
di Sriwijaya. Raja Balaputradewa menjalin
hubungan erat dengan Kerajaan Benggala yang
saat itu diperintah oleh Raja Dewapala Dewa.
Raja ini menghadiahkan sebidang tanah kepada Balaputradewa untuk pendirian sebuah asrama bagi para pelajar
dan mahapeserta didik yang sedang belajar di Nalanda, yang dibiayai
oleh Balaputeradewa, sebagai “dharma”. Hal itu tercatat dengan
baik dalam Prasasti Nalanda, yang saat ini berada di Universitas Nawa
Nalanda, India. Bahkan bentuk asrama itu mempunyai kesamaan
arsitektur dengan Candi Muara Jambi, yang berada di Provinsi Jambi
saat ini. Hal tersebut menandakan Sriwijaya memperhatikan ilmu
pengetahuan, terutama pengetahuan agama Buddha dan bahasa
Sanskerta bagi generasi mudanya.
Pada tahun 990 M yang menjadi Raja Sriwijaya adalah Sri
Sudamaniwarmadewa. Pada masa pemerintahan raja itu terjadi
serangan Raja Darmawangsa dari Jawa bagian Timur. Akan
tetapi, serangan itu berhasil digagalkan oleh tentara Sriwijaya. Sri
Sudamaniwarmadewa kemudian digantikan oleh putranya yang
bernama Marawijayottunggawarman. Pada masa pemerintahan
Marawijayottunggawarman, Sriwijaya membina hubungan dengan
Raja Rajaraya I dari Colamandala. Pada masa itu, Sriwijaya terus
mempertahankan kebesarannya. Untuk mengurus setiap daerah kekuasaan Sriwijaya, dipercayakan
kepada seorang Rakryan (wakil raja di daerah). Dalam hal ini Sriwijaya
sudah mengenal struktur pemerintahan.
India dengan Kepulauan Indonesia sudah ramai. Daerah pantai
timur Sumatra menjadi jalur perdagangan yang ramai dikunjungi
para pedagang. Kemudian, muncul pusat-pusat perdagangan
yang berkembang menjadi pusat kerajaan. Kerajaan-kerajaan
kecil di pantai Sumatra bagian timur sekitar abad ke-7, antara lain
Tulangbawang, Melayu, dan Sriwijaya. Dari ketiga kerajaan itu, yang
kemudian berhasil berkembang dan mencapai kejayaannya adalah
Sriwijaya. Kerajaan Melayu juga sempat berkembang, dengan
pusatnya di Jambi.
Pada tahun 692 M, Sriwijaya mengadakan ekspansi ke daerah
sekitar Melayu. Melayu dapat ditaklukkan dan berada di bawah
kekuasaan Sriwijaya. Letak pusat Kerajaan Sriwijaya ada berbagai
pendapat. Ada yang berpendapat bahwa pusat Kerajaan Sriwijaya
ada di Palembang, ada yang berpendapat di Jambi, bahkan ada
yang berpendapat di luar Indonesia. Akan tetapi, pendapat yang
banyak didukung oleh para ahli, pusat Kerajaan Sriwijaya adalah di
Palembang, di dekat pantai dan di tepi Sungai Musi. Ketika pusat
Kerajaan Sriwijaya di Palembang mulai menunjukkan kemunduran,
Sriwijaya berpindah ke Jambi.
Sumber sejarah Kerajaan Sriwijaya yang penting adalah
prasasti. Prasasti-prasasti itu ditulis dengan huruf Pallawa. Bahasa
yang dipakai Melayu Kuno. Beberapa prasasti itu antara lain sebagai
berikut.
1. Prasasti Kedukan Bukit
Prasasti Kedukan Bukit ditemukan di tepi Sungai Tatang,
dekat Palembang. Prasasti ini berangka tahun 605 Saka
(683 M). Isinya antara lain menerangkan bahwa seorang
bernama Dapunta Hyang mengadakan perjalanan suci
(siddhayatra) dengan menggunakan perahu. Ia berangkat
dari Minangatamwan dengan membawa tentara 20.000
personil.
2. Prasasti Talang Tuo
Prasasti Talang Tuo ditemukan di sebelah barat Kota
Palembang di daerah Talang Tuo. Prasasti ini berangka
tahun 606 Saka (684 M). Isinya menyebutkan tentang
pembangunan sebuah taman yang disebut Sriksetra.
Taman ini dibuat oleh Dapunta Hyang Sri Jayanaga.
3. Prasasti Telaga Batu
Prasasti Telaga Batu ditemukan di Palembang. Prasasti ini
tidak berangka tahun. Isinya terutama tentang kutukan kutukan yang menakutkan bagi mereka yang berbuat
kejahatan.
4. Prasasti Kota Kapur
Prasasti Kota Kapur ditemukan di Pulau Bangka, berangka
tahun 608 Saka (656 M). Isinya terutama permintaan
kepada para dewa untuk menjaga kedatuan Sriwijaya, dan
menghukum setiap orang yang bermaksud jahat.
5. Prasasti Karang Berahi
Prasasti Karang Berahi ditemukan di Jambi, berangka
tahun 608 saka (686 M). Isinya sama dengan isi Prasasti
Kota Kapur.Beberapa prasasti yang lain, yakni Prasasti Ligor
berangka tahun 775 M ditemukan di Ligor, Semenanjung
Melayu, dan Prasasti Nalanda di India Timur. Di samping
prasasti-prasasti tersebut, berita Cina juga merupakan
sumber sejarah Sriwijaya yang penting. Misalnya berita
dari I-tsing, yang pernah tinggal di Sriwijaya.
Perkembangan Kerajaan Sriwijaya
Ada beberapa faktor yang mendorong perkembangan
Sriwijaya antara lain :
a. Letak geografs dari Kota Palembang. Palembang sebagai
pusat pemerintahan terletak di tepi Sungai Musi. Di
depan muara Sungai Musi terdapat pulau-pulau yang
berfungsi sebagai pelindung pelabuhan di Muara Sungai
Musi. Keadaan seperti ini sangat tepat untuk kegiatan
pemerintahan dan pertahanan. Kondisi itu pula menjadikan
Sriwijaya sebagai jalur perdagangan internasional dari India
ke Cina, atau sebaliknya. Juga kondisi sungai-sungai yang
besar, perairan laut yang cukup tenang, serta penduduknya
yang berbakat sebagai pelaut ulung.
b. Runtuhnya Kerajaan Funan di Vietnam akibat serangan
Kamboja. Hal ini telah memberi kesempatan Sriwijaya
untuk cepat berkembang sebagai negara maritim.
Kerajaan Sriwijaya mulai berkembang pada abad
ke-7. Pada awal perkembangannya, rajanya disebut dengan
Dapunta Hyang. Dalam Prasasti Kedukan Bukit dan Talang
Tuo telah ditulis sebutan Dapunta Hyang. Pada abad ke-7,
Dapunta Hyang banyak melakukan usaha perluasan daerah.
Daerah-daerah yang berhasil dikuasai antara lain
sebagai berikut.
a. Tulang-Bawang yang terletak di daerah Lampung.
b. Daerah Kedah yang terletak di pantai barat Semenanjung
Melayu. Daerah ini sangat panting artinya bagi usaha
pengembangan perdagangan dengan India. Menurut
I-tsing, penaklukan Sriwijaya atas Kedah berlangsung
antara tahun 682-685 M.
c. Pulau Bangka yang terletak di pertemuan jalan perdagangan
internasional, merupakan daerah yang sangat penting.
Daerah ini dapat dikuasai Sriwijaya pada tahun 686 M
berdasarkan Prasasti Kota Kapur. Sriwijaya juga diceritakan
berusaha menaklukkan Bhumi Java yang tidak setia
kepada Sriwijaya. Bhumi Java yang dimaksud adalah Jawa,
khususnya Jawa bagian barat.
d. Daerah Jambi terletak di tepi Sungai Batanghari. Daerah
ini memiliki kedudukan yang penting, terutama untuk
memperlancar perdagangan di pantai timur Sumatra.
Penaklukan ini dilaksanakan kira-kira tahun 686 M (Prasasti
Karang Berahi).
e. Tanah Genting Kra merupakan tanah genting bagian
utara Semenanjung Melayu. Kedudukan Tanah Genting
Kra sangat penting. Jarak antara pantai barat dan pantai
timur di tanah genting sangat dekat, sehingga para
pedagang dari Cina berlabuh dahulu di pantai timur
dan membongkar barang dagangannya untuk diangkut
dengan pedati ke pantai barat. Kemudian mereka berlayar ke India. Penguasaan Sriwijaya atas Tanah
Genting Kra dapat diketahui dari Prasasti
Ligor yang berangka tahun 775 M.
f. Kerajaan Kaling dan Mataram Kuno.
Menurut berita Cina, diterangkan adanya
serangan dari barat, sehingga mendesak
Kerajaan Kaling pindah ke sebelah timur.
Diduga yang melakukan serangan adalah
Sriwijaya. Sriwijaya ingin menguasai Jawa
bagian tengah karena pantai utara Jawa
bagian tengah juga merupakan jalur
perdagangan yang penting.
Sriwijaya terus melakukan perluasan daerah,
sehingga Sriwijaya menjadi kerajaan yang besar.
Untuk lebih memperkuat pertahanannya, pada
tahun 775 M dibangunlah sebuah pangkalan di
daerah Ligor. Waktu itu yang menjadi raja adalah
Darmasetra.
Raja yang terkenal dari Kerajaan Sriwijaya
adalah Balaputradewa. Ia memerintah sekitar
abad ke-9 M. Pada masa pemerintahannya,
Sriwijaya berkembang pesat dan mencapai zaman
keemasan. Balaputradewa adalah keturunan
dari Dinasti Syailendra, yakni putra dari Raja
Samarotungga dengan Dewi Tara dari Sriwijaya.
Hal tersebut diterangkan dalam Prasasti Nalanda.
Balaputradewa adalah seorang raja yang besar
di Sriwijaya. Raja Balaputradewa menjalin
hubungan erat dengan Kerajaan Benggala yang
saat itu diperintah oleh Raja Dewapala Dewa.
Raja ini menghadiahkan sebidang tanah kepada Balaputradewa untuk pendirian sebuah asrama bagi para pelajar
dan mahapeserta didik yang sedang belajar di Nalanda, yang dibiayai
oleh Balaputeradewa, sebagai “dharma”. Hal itu tercatat dengan
baik dalam Prasasti Nalanda, yang saat ini berada di Universitas Nawa
Nalanda, India. Bahkan bentuk asrama itu mempunyai kesamaan
arsitektur dengan Candi Muara Jambi, yang berada di Provinsi Jambi
saat ini. Hal tersebut menandakan Sriwijaya memperhatikan ilmu
pengetahuan, terutama pengetahuan agama Buddha dan bahasa
Sanskerta bagi generasi mudanya.
Pada tahun 990 M yang menjadi Raja Sriwijaya adalah Sri
Sudamaniwarmadewa. Pada masa pemerintahan raja itu terjadi
serangan Raja Darmawangsa dari Jawa bagian Timur. Akan
tetapi, serangan itu berhasil digagalkan oleh tentara Sriwijaya. Sri
Sudamaniwarmadewa kemudian digantikan oleh putranya yang
bernama Marawijayottunggawarman. Pada masa pemerintahan
Marawijayottunggawarman, Sriwijaya membina hubungan dengan
Raja Rajaraya I dari Colamandala. Pada masa itu, Sriwijaya terus
mempertahankan kebesarannya. Untuk mengurus setiap daerah kekuasaan Sriwijaya, dipercayakan
kepada seorang Rakryan (wakil raja di daerah). Dalam hal ini Sriwijaya
sudah mengenal struktur pemerintahan.
Pada mulanya penduduk Sriwijaya hidup dengan
bertani. Akan tetapi karena Sriwijaya terletak di tepi
Sungai Musi dekat pantai, maka perdagangan menjadi
cepat berkembang. Perdagangan kemudian menjadi mata
pencaharian pokok. Perkembangan perdagangan didukung
oleh keadaan dan letak Sriwijaya yang strategis. Sriwijaya
terletak di persimpangan jalan perdagangan internasional.
Para pedagang Cina yang akan ke India singgah dahulu di
Sriwijaya, begitu juga para pedagang dan India yang akan ke
Cina. Di Sriwijaya para pedagang melakukan bongkarmuat
barang dagangan. Dengan demikian, Sriwijaya semakin ramai
dan berkembang menjadi pusat perdagangan. Sriwijaya mulai
menguasai perdagangan nasional maupun internasional di
kawasan perairan Asia Tenggara. Perairan di Laut Natuna,
Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Jawa berada di bawah
kekuasaan Sriwijaya.
Tampilnya Sriwijaya sebagai pusat perdagangan,
memberikan kemakmuran bagi rakyat dan negara Sriwijaya.
Kapal-kapal yang singgah dan melakukan bongkarmuat,
harus membayar pajak. Dalam kegiatan perdagangan,
Sriwijaya mengekspor gading, kulit, dan beberapa jenis
binatang liar, sedangkan barang impornya antara lain beras,
rempah-rempah, kayu manis, kemenyan, emas, gading, dan
binatang.
Perkembangan tersebut telah memperkuat kedudukan
Sriwijaya sebagai kerajaan maritim. Kerajaan maritim adalah
kerajaan yang mengandalkan perekonomiannya dari kegiatan
perdagangan dan hasil-hasil laut. Untuk memperkuat
kedudukannya, Sriwijaya membentuk armada angkatan laut
yang kuat. Melalui armada angkatan laut yang kuat Sriwijaya
mampu mengawasi perairan di Nusantara. Hal ini sekaligus
merupakan jaminan keamanan bagi para pedagang yang
ingin berdagang dan berlayar di wilayah perairan Sriwijaya. Dalam kaitannya dengan perkembangan agama dan
kebudayaan Buddha, di Sriwijaya ditemukan beberapa
peninggalan. Misalnya, Candi Muara Takus, yang ditemukan dekat Sungai Kampar di daerah Riau. Kemudian di daerah
Bukit Siguntang ditemukan arca Buddha. Pada tahun 1006
Sriwijaya juga telah membangun wihara sebagai tempat suci
agama Buddha di Nagipattana, India Selatan. Hubungan
Sriwijaya dengan India Selatan waktu itu sangat erat.
Bangunan lain yang sangat penting adalah Biaro Bahal
yang ada di Padang Lawas, Tapanuli Selatan. Di tempat ini
pula terdapat bangunan wihara.
Kerajaan Sriwijaya akhirnya mengalami kemunduran
karena beberapa hal antara lain :
a. Keadaan sekitar Sriwijaya berubah, tidak lagi dekat dengan
pantai. Hal ini disebabkan aliran Sungai Musi, Ogan, dan
Komering banyak membawa lumpur. Akibatnya. Sriwijaya
tidak baik untuk perdagangan.
b. Banyak daerah kekuasaan Sriwijaya yang melepaskan diri.
Hal ini disebabkan terutama karena melemahnya angkatan
laut Sriwijaya, sehingga pengawasan semakin sulit.
bertani. Akan tetapi karena Sriwijaya terletak di tepi
Sungai Musi dekat pantai, maka perdagangan menjadi
cepat berkembang. Perdagangan kemudian menjadi mata
pencaharian pokok. Perkembangan perdagangan didukung
oleh keadaan dan letak Sriwijaya yang strategis. Sriwijaya
terletak di persimpangan jalan perdagangan internasional.
Para pedagang Cina yang akan ke India singgah dahulu di
Sriwijaya, begitu juga para pedagang dan India yang akan ke
Cina. Di Sriwijaya para pedagang melakukan bongkarmuat
barang dagangan. Dengan demikian, Sriwijaya semakin ramai
dan berkembang menjadi pusat perdagangan. Sriwijaya mulai
menguasai perdagangan nasional maupun internasional di
kawasan perairan Asia Tenggara. Perairan di Laut Natuna,
Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Jawa berada di bawah
kekuasaan Sriwijaya.
Tampilnya Sriwijaya sebagai pusat perdagangan,
memberikan kemakmuran bagi rakyat dan negara Sriwijaya.
Kapal-kapal yang singgah dan melakukan bongkarmuat,
harus membayar pajak. Dalam kegiatan perdagangan,
Sriwijaya mengekspor gading, kulit, dan beberapa jenis
binatang liar, sedangkan barang impornya antara lain beras,
rempah-rempah, kayu manis, kemenyan, emas, gading, dan
binatang.
Perkembangan tersebut telah memperkuat kedudukan
Sriwijaya sebagai kerajaan maritim. Kerajaan maritim adalah
kerajaan yang mengandalkan perekonomiannya dari kegiatan
perdagangan dan hasil-hasil laut. Untuk memperkuat
kedudukannya, Sriwijaya membentuk armada angkatan laut
yang kuat. Melalui armada angkatan laut yang kuat Sriwijaya
mampu mengawasi perairan di Nusantara. Hal ini sekaligus
merupakan jaminan keamanan bagi para pedagang yang
ingin berdagang dan berlayar di wilayah perairan Sriwijaya. Dalam kaitannya dengan perkembangan agama dan
kebudayaan Buddha, di Sriwijaya ditemukan beberapa
peninggalan. Misalnya, Candi Muara Takus, yang ditemukan dekat Sungai Kampar di daerah Riau. Kemudian di daerah
Bukit Siguntang ditemukan arca Buddha. Pada tahun 1006
Sriwijaya juga telah membangun wihara sebagai tempat suci
agama Buddha di Nagipattana, India Selatan. Hubungan
Sriwijaya dengan India Selatan waktu itu sangat erat.
Bangunan lain yang sangat penting adalah Biaro Bahal
yang ada di Padang Lawas, Tapanuli Selatan. Di tempat ini
pula terdapat bangunan wihara.
Kerajaan Sriwijaya akhirnya mengalami kemunduran
karena beberapa hal antara lain :
a. Keadaan sekitar Sriwijaya berubah, tidak lagi dekat dengan
pantai. Hal ini disebabkan aliran Sungai Musi, Ogan, dan
Komering banyak membawa lumpur. Akibatnya. Sriwijaya
tidak baik untuk perdagangan.
b. Banyak daerah kekuasaan Sriwijaya yang melepaskan diri.
Hal ini disebabkan terutama karena melemahnya angkatan
laut Sriwijaya, sehingga pengawasan semakin sulit.
c. Dari segi politik, beberapa kali
Sriwijaya mendapat serangan dari
kerajaan-kerajaan lain. Tahun 1017
M Sriwijaya mendapat serangan dari
Raja Rajendracola dari Colamandala,
namun Sriwijaya masih dapat
bertahan. Tahun 1025 serangan itu
diulangi, sehingga Raja Sriwijaya, Sri
Sanggramawi jayat tunggawarman
ditahan oleh pihak Kerajaan
Colamandala. Tahun 1275, Raja
Kertanegara dari Singhasari melakukan
Ekspedisi Pamalayu. Hal itu menyebabkan
daerah Melayu lepas. Tahun 1377 armada angkatan laut
Majapahit menyerang Sriwijaya Serangan ini mengakhiri
riwayat Kerajaan Sriwijaya.
Sriwijaya mendapat serangan dari
kerajaan-kerajaan lain. Tahun 1017
M Sriwijaya mendapat serangan dari
Raja Rajendracola dari Colamandala,
namun Sriwijaya masih dapat
bertahan. Tahun 1025 serangan itu
diulangi, sehingga Raja Sriwijaya, Sri
Sanggramawi jayat tunggawarman
ditahan oleh pihak Kerajaan
Colamandala. Tahun 1275, Raja
Kertanegara dari Singhasari melakukan
Ekspedisi Pamalayu. Hal itu menyebabkan
daerah Melayu lepas. Tahun 1377 armada angkatan laut
Majapahit menyerang Sriwijaya Serangan ini mengakhiri
riwayat Kerajaan Sriwijaya.
5. Kerajaan Mataram Kuno
Pada pertengahan abad ke-8 di Jawa bagian tengah berdiri
sebuah kerajaan baru. Kerajaan itu kita kenal dengan nama Kerajaan
Mataram Kuno. Mengenai letak dan pusat Kerajaan Mataram Kuno
tepatnya belum dapat dipastikan. Ada yang menyebutkan pusat
kerajaan di Medang dan terletak di Poh Pitu. Sementara itu letak
Poh Pitu sampai sekarang belum jelas. Keberadaan lokasi kerajaan
itu dapat diterangkan berada di sekeliling pegunungan, dan sungai-
sungai. Di sebelah utara terdapat Gunung Merapi, Merbabu,
Sumbing, dan Sindoro; di sebelah barat terdapat Pegunungan
Serayu; di sebelah timur terdapat Gunung Lawu, serta di sebelah
selatan berdekatan dengan Laut Selatan dan Pegunungan Seribu.
Sungai-sungai yang ada, misalnya Sungai Bogowonto, Elo, Progo,
Opak, dan Bengawan Solo. Letak Poh Pitu mungkin di antara Kedu
sampai sekitar Prambanan.
Untuk mengetahui perkembangan Kerajaan Mataram Kuno
dapat digunakan sumber yang berupa prasasti. Ada beberapa
prasasti yang berkaitan dengan Kerajaan Mataram Kuno diantaranya
Prasasti Canggal, Prasasti Kalasan, Prasasti Klura, Prasasti Kedu atau
Prasasti Balitung. Di samping beberapa prasasti tersebut, sumber
sejarah untuk Kerajaan Mataram Kuno juga berasal dari berita
Cina.
Perkembangan Pemerintahan
Sebelum Sanjaya berkuasa di Mataram Kuno, di Jawa
sudah berkuasa seorang raja bernama Sanna. Menurut
prasasti Canggal yang berangka tahun 732 M, diterangkan
bahwa Raja Sanna telah digantikan oleh Sanjaya. Raja Sanjaya
adalah putra Sanaha, saudara perempuan dari Sanna.
Dalam Prasasti Sojomerto yang ditemukan di Desa
Sojomerto, Kabupaten Batang, disebut nama Dapunta
Syailendra yang beragama Syiwa (Hindu). Diperkirakan
Dapunta Syailendra berasal dari Sriwijaya dan menurunkan
Dinasti Syailendra yang berkuasa di Jawa bagian tengah. Dalam
hal ini Dapunta Syailendra diperkirakan yang menurunkan
Sanna, sebagai raja di Jawa.
Sanjaya tampil memerintah Kerajaan Mataram Kuno
pada tahun 717 - 780 M. Ia melanjutkan kekuasaan Sanna.
Sanjaya kemudian melakukan penaklukan terhadap raja-raja
kecil bekas bawahan Sanna yang melepaskan diri. Setelah itu,
pada tahun 732 M Raja Sanjaya mendirikan bangunan suci
sebagai tempat pemujaan. Bangunan ini berupa lingga dan
berada di atas Gunung Wukir (Bukit Stirangga). Bangunan
suci itu merupakan lambang keberhasilan Sanjaya dalam
menaklukkan raja-raja lain.
Raja Sanjaya bersikap arif, adil dalam memerintah, dan
memiliki pengetahuan luas. Para pujangga dan rakyat hormat
kepada rajanya. Oleh karena itu, di bawah pemerintahan Raja
Sanjaya, kerajaan menjadi aman dan tenteram. Rakyat hidup
makmur. Mata pencaharian penting adalah pertanian dengan
hasil utama padi. Sanjaya juga dikenal sebagai raja yang
paham akan isi kitab-kitab suci. Bangunan suci dibangun oleh
Sanjaya untuk pemujaan lingga di atas Gunung Wukir, sebagai
lambang telah ditakhlukkannya raja-raja kecil di sekitarnya
yang dulu mengakui kemaharajaan Sanna.
Setelah Raja Sanjaya wafat, ia digantikan oleh putranya
bernama Rakai Panangkaran. Panangkaran mendukung adanya
perkembangan agama Buddha. Dalam Prasasti Kalasan yang
berangka tahun 778, Raja Panangkaran telah memberikan
hadiah tanah dan memerintahkan membangun sebuah candi
untuk Dewi Tara dan sebuah biara untuk para pendeta agama
Buddha. Tanah dan bangunan tersebut terletak di Kalasan.
Prasasti Kalasan juga menerangkan bahwa Raja Panangkaran
disebut dengan nama Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana
Rakai Panangkaran. Raja Panangkaran kemudian memindahkan
pusat pemerintahannya ke arah timur. Raja Panangkaran dikenal sebagai
penakluk yang gagah berani bagi musuh-
musuh kerajaan. Daerahnya bertambah
luas. Ia juga disebut sebagai permata
dari Dinasti Syailendra. Agama Buddha
Mahayana waktu itu berkembang pesat.
Ia juga memerintahkan didirikannya
bangunan-bangunan suci. Misalnya,
candi Kalasan dan arca Manjusri.
Setelah kekuasaan Penangkaran
berakhir, timbul persoalan dalam
keluarga Syailendra, karena adanya
perpecahan antara anggota keluarga
yang sudah memeluk agama Buddha dengan keluarga yang
masih memeluk agama Hindu (Syiwa).Hal ini menimbulkan
perpecahan di dalam pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno.
Satu pemerintahan dipimpin oleh tokoh-tokoh kerabat istana
yang menganut agama Hindu berkuasa di daerah Jawa bagian
utara. Kemudian keluarga yang terdiri atas tokoh-tokoh yang
beragama Buddha berkuasa di daerah Jawa bagian selatan.
Keluarga Syailendra yang beragama Hindu meninggalkan
bangunan-bangunan candi di Jawa bagian utara. Misalnya,
candi-candi kompleks Pegunungan Dieng (Candi Dieng)
dan kompleks Candi Gedongsongo. Kompleks Candi Dieng
memakai nama-nama tokoh wayang seperti Candi Bima,
Puntadewa, Arjuna, dan Semar.
Sementara yang beragama Buddha
meninggalkan candi-candi seperti Candi
Ngawen, Mendut, Pawon dan Borobudur.
Candi Borobudur diperkirakan mulai
dibangun oleh Samaratungga pada tahun
824 M. Pembangunan kemudian dilanjutkan
pada zaman Pramudawardani dan Pikatan.
sebuah kerajaan baru. Kerajaan itu kita kenal dengan nama Kerajaan
Mataram Kuno. Mengenai letak dan pusat Kerajaan Mataram Kuno
tepatnya belum dapat dipastikan. Ada yang menyebutkan pusat
kerajaan di Medang dan terletak di Poh Pitu. Sementara itu letak
Poh Pitu sampai sekarang belum jelas. Keberadaan lokasi kerajaan
itu dapat diterangkan berada di sekeliling pegunungan, dan sungai-
sungai. Di sebelah utara terdapat Gunung Merapi, Merbabu,
Sumbing, dan Sindoro; di sebelah barat terdapat Pegunungan
Serayu; di sebelah timur terdapat Gunung Lawu, serta di sebelah
selatan berdekatan dengan Laut Selatan dan Pegunungan Seribu.
Sungai-sungai yang ada, misalnya Sungai Bogowonto, Elo, Progo,
Opak, dan Bengawan Solo. Letak Poh Pitu mungkin di antara Kedu
sampai sekitar Prambanan.
Untuk mengetahui perkembangan Kerajaan Mataram Kuno
dapat digunakan sumber yang berupa prasasti. Ada beberapa
prasasti yang berkaitan dengan Kerajaan Mataram Kuno diantaranya
Prasasti Canggal, Prasasti Kalasan, Prasasti Klura, Prasasti Kedu atau
Prasasti Balitung. Di samping beberapa prasasti tersebut, sumber
sejarah untuk Kerajaan Mataram Kuno juga berasal dari berita
Cina.
Perkembangan Pemerintahan
Sebelum Sanjaya berkuasa di Mataram Kuno, di Jawa
sudah berkuasa seorang raja bernama Sanna. Menurut
prasasti Canggal yang berangka tahun 732 M, diterangkan
bahwa Raja Sanna telah digantikan oleh Sanjaya. Raja Sanjaya
adalah putra Sanaha, saudara perempuan dari Sanna.
Dalam Prasasti Sojomerto yang ditemukan di Desa
Sojomerto, Kabupaten Batang, disebut nama Dapunta
Syailendra yang beragama Syiwa (Hindu). Diperkirakan
Dapunta Syailendra berasal dari Sriwijaya dan menurunkan
Dinasti Syailendra yang berkuasa di Jawa bagian tengah. Dalam
hal ini Dapunta Syailendra diperkirakan yang menurunkan
Sanna, sebagai raja di Jawa.
Sanjaya tampil memerintah Kerajaan Mataram Kuno
pada tahun 717 - 780 M. Ia melanjutkan kekuasaan Sanna.
Sanjaya kemudian melakukan penaklukan terhadap raja-raja
kecil bekas bawahan Sanna yang melepaskan diri. Setelah itu,
pada tahun 732 M Raja Sanjaya mendirikan bangunan suci
sebagai tempat pemujaan. Bangunan ini berupa lingga dan
berada di atas Gunung Wukir (Bukit Stirangga). Bangunan
suci itu merupakan lambang keberhasilan Sanjaya dalam
menaklukkan raja-raja lain.
Raja Sanjaya bersikap arif, adil dalam memerintah, dan
memiliki pengetahuan luas. Para pujangga dan rakyat hormat
kepada rajanya. Oleh karena itu, di bawah pemerintahan Raja
Sanjaya, kerajaan menjadi aman dan tenteram. Rakyat hidup
makmur. Mata pencaharian penting adalah pertanian dengan
hasil utama padi. Sanjaya juga dikenal sebagai raja yang
paham akan isi kitab-kitab suci. Bangunan suci dibangun oleh
Sanjaya untuk pemujaan lingga di atas Gunung Wukir, sebagai
lambang telah ditakhlukkannya raja-raja kecil di sekitarnya
yang dulu mengakui kemaharajaan Sanna.
Setelah Raja Sanjaya wafat, ia digantikan oleh putranya
bernama Rakai Panangkaran. Panangkaran mendukung adanya
perkembangan agama Buddha. Dalam Prasasti Kalasan yang
berangka tahun 778, Raja Panangkaran telah memberikan
hadiah tanah dan memerintahkan membangun sebuah candi
untuk Dewi Tara dan sebuah biara untuk para pendeta agama
Buddha. Tanah dan bangunan tersebut terletak di Kalasan.
Prasasti Kalasan juga menerangkan bahwa Raja Panangkaran
disebut dengan nama Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana
Rakai Panangkaran. Raja Panangkaran kemudian memindahkan
pusat pemerintahannya ke arah timur. Raja Panangkaran dikenal sebagai
penakluk yang gagah berani bagi musuh-
musuh kerajaan. Daerahnya bertambah
luas. Ia juga disebut sebagai permata
dari Dinasti Syailendra. Agama Buddha
Mahayana waktu itu berkembang pesat.
Ia juga memerintahkan didirikannya
bangunan-bangunan suci. Misalnya,
candi Kalasan dan arca Manjusri.
Setelah kekuasaan Penangkaran
berakhir, timbul persoalan dalam
keluarga Syailendra, karena adanya
perpecahan antara anggota keluarga
yang sudah memeluk agama Buddha dengan keluarga yang
masih memeluk agama Hindu (Syiwa).Hal ini menimbulkan
perpecahan di dalam pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno.
Satu pemerintahan dipimpin oleh tokoh-tokoh kerabat istana
yang menganut agama Hindu berkuasa di daerah Jawa bagian
utara. Kemudian keluarga yang terdiri atas tokoh-tokoh yang
beragama Buddha berkuasa di daerah Jawa bagian selatan.
Keluarga Syailendra yang beragama Hindu meninggalkan
bangunan-bangunan candi di Jawa bagian utara. Misalnya,
candi-candi kompleks Pegunungan Dieng (Candi Dieng)
dan kompleks Candi Gedongsongo. Kompleks Candi Dieng
memakai nama-nama tokoh wayang seperti Candi Bima,
Puntadewa, Arjuna, dan Semar.
Sementara yang beragama Buddha
meninggalkan candi-candi seperti Candi
Ngawen, Mendut, Pawon dan Borobudur.
Candi Borobudur diperkirakan mulai
dibangun oleh Samaratungga pada tahun
824 M. Pembangunan kemudian dilanjutkan
pada zaman Pramudawardani dan Pikatan.
Sekian Post dari D.H.S semoga bermanfaat.......
THANKS INFONYA GAN, SUKSES SELALU :)
ReplyDeleteTerima kasih tentang artikel nya , semoga bermanfaat, kunjungi my blog Agen Domino99
ReplyDeleteIkut Promo gan mohon ijin
ReplyDeleteAgen judi online terpercaya di indoneisa Inidomino
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
Link Alternatif Inidomino !!
www.inimerah.com
www.indm27.com
ReplyDeleteIkut Promo gan mohon ijin
Agen judi online terpercaya di indoneisa Inidomino
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
Link Alternatif Inidomino !!
www.inimerah.com
www.indm27.com
.
ReplyDeleteIkut Promo gan mohon ijin
BOLA57
Agen Judi Bola Terpercaya
HOT PROMOTION DARI BOLA57 !!
HOT PROMOTION DARI BOLA57 !!
NEW MEMBER DEPOSIT 10%
Bonus Rollingan 1,2% Live Casino (SBOBET)
Bonus Rollingan 1% Live Casino (WM Casino)
Bonus Cashback Up To 10% Sportsbook
Dan Masih Banyak Promo Bonus Lainnya Yang Bisa Anda Dapatkan Per Minggunya..
.
ReplyDelete.
Ikut Promo gan mohon ijin
BOLA57
Agen Judi Bola Terpercaya
HOT PROMOTION DARI BOLA57 !!
HOT PROMOTION DARI BOLA57 !!
NEW MEMBER DEPOSIT 10%
Bonus Rollingan 1,2% Live Casino (SBOBET)
Bonus Rollingan 1% Live Casino (WM Casino)
Bonus Cashback Up To 10% Sportsbook
Dan Masih Banyak Promo Bonus Lainnya Yang Bisa Anda Dapatkan Per Minggunya..
.
ReplyDelete.
numpang post gan
Agen judi online terpercaya di indoneisa poker757
www.poker757id.net
alternatif link
Mengutamakan Fairplay dan Kenyamanan Pemainnya.
Permainan poker757.com 100% Pemain vs Pemain / Player vs Player, Tanpa Bot
Hanya Sekali Daftar, Anda Sudah Bisa Memainkan Seluruh Permainan Kami.
Tersedia 8 Permainan : Poker - Domino99 - CapsaSusun - AduQ - BandarQ - BandarPoker - Sakong - Bandar66
.
ReplyDeleteIkut Promo gan mohon ijin
Agen judi online terpercaya di indoneisa Dewa757
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
Link Alternatif Dewa757 !!
www.idn757.com
www.idr86.com
Ikut Promo gan mohon ijin
ReplyDeleteAgen judi online terpercaya di indoneisa Inidewa
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
www.inikorek.com
www.ini31.com
.
.
Ikut Promo gan mohon ijin
Agen judi online terpercaya di indoneisa Inidewa
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
www.inikorek.com
www.ini31.com
Ikut Promo gan mohon ijin
ReplyDeleteAgen judi online terpercaya di indoneisa Inidomino
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
Link Alternatif Inidomino !!
www.inimerah.com
www.indm27.com
.
.
Ikut Promo gan mohon ijin
Agen judi online terpercaya di indoneisa Inidomino
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
Link Alternatif Inidomino !!
www.inimerah.com
www.indm27.com
Ikut Promo gan mohon ijin
ReplyDeleteBOLA57
Agen Judi Bola Terpercaya
HOT PROMOTION DARI BOLA57 !!
HOT PROMOTION DARI BOLA57 !!
NEW MEMBER DEPOSIT 10%
Bonus Rollingan 1,2% Live Casino (SBOBET)
Bonus Rollingan 1% Live Casino (WM Casino)
Bonus Cashback Up To 10% Sportsbook
Dan Masih Banyak Promo Bonus Lainnya Yang Bisa Anda Dapatkan Per Minggunya..
*
*
Ikut Promo gan mohon ijin
BOLA57
Agen Judi Bola Terpercaya
HOT PROMOTION DARI BOLA57 !!
HOT PROMOTION DARI BOLA57 !!
NEW MEMBER DEPOSIT 10%
Bonus Rollingan 1,2% Live Casino (SBOBET)
Bonus Rollingan 1% Live Casino (WM Casino)
Bonus Cashback Up To 10% Sportsbook
Dan Masih Banyak Promo Bonus Lainnya Yang Bisa Anda Dapatkan Per Minggunya..
Ikut Promo gan mohon ijin
BOLA57
Agen Judi Bola Terpercaya
HOT PROMOTION DARI BOLA57 !!
HOT PROMOTION DARI BOLA57 !!
NEW MEMBER DEPOSIT 10%
Bonus Rollingan 1,2% Live Casino (SBOBET)
Bonus Rollingan 1% Live Casino (WM Casino)
Bonus Cashback Up To 10% Sportsbook
Dan Masih Banyak Promo Bonus Lainnya Yang Bisa Anda Dapatkan Per Minggunya..
*
*
Ikut Promo gan mohon ijin
BOLA57
Agen Judi Bola Terpercaya
HOT PROMOTION DARI BOLA57 !!
HOT PROMOTION DARI BOLA57 !!
NEW MEMBER DEPOSIT 10%
Bonus Rollingan 1,2% Live Casino (SBOBET)
Bonus Rollingan 1% Live Casino (WM Casino)
Bonus Cashback Up To 10% Sportsbook
Dan Masih Banyak Promo Bonus Lainnya Yang Bisa Anda Dapatkan Per Minggunya..
Ikut Promo gan mohon ijin
ReplyDeleteAgen judi online terpercaya di indoneisa Inidewa
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
www.inikorek.com
www.ini31.com
*
*
Ikut Promo gan mohon ijin
Agen judi online terpercaya di indoneisa Inidewa
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
www.inikorek.com
www.ini31.com
*
*
Ikut Promo gan mohon ijin
Agen judi online terpercaya di indoneisa Inidewa
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
www.inikorek.com
www.ini31.com
*
*
Ikut Promo gan mohon ijin
Agen judi online terpercaya di indoneisa Inidewa
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
www.inikorek.com
www.ini31.com
Ikut Promo gan mohon ijin
ReplyDeleteAgen judi online terpercaya di indoneisa Inidomino
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
Link Alternatif Inidomino !!
www.inimerah.com
www.indm27.com
Ikut Promo gan mohon ijin
Agen judi online terpercaya di indoneisa Inidomino
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
Link Alternatif Inidomino !!
www.inimerah.com
www.indm27.com
Ikut Promo gan mohon ijin
Agen judi online terpercaya di indoneisa Inidomino
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
Link Alternatif Inidomino !!
www.inimerah.com
www.indm27.com
Ikut Promo gan mohon ijin
Agen judi online terpercaya di indoneisa Inidomino
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
Link Alternatif Inidomino !!
www.inimerah.com
www.indm27.com
Ikut Promo gan mohon ijin
Agen judi online terpercaya di indoneisa Inidomino
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
Link Alternatif Inidomino !!
www.inimerah.com
www.indm27.com
Ikut Promo gan mohon ijin
ReplyDeleteKiosCasino Agen Judi Bola Terbaik dan Terpercaya Di Indonesia
Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI
CASINO 338a 1%
ASIA855 0,8%
DREAM GAMING CASINO 0,8% (NEW)
PROMO NEW MAXBET, ROLLINGAN LIVE CASINO 1%
Berlaku Untuk Permainan Live Casino Maxbet, GOLD DELUXE dan ALLBET
Ikut Promo gan mohon ijin
KiosCasino Agen Judi Bola Terbaik dan Terpercaya Di Indonesia
Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI
CASINO 338a 1%
ASIA855 0,8%
DREAM GAMING CASINO 0,8% (NEW)
PROMO NEW MAXBET, ROLLINGAN LIVE CASINO 1%
Berlaku Untuk Permainan Live Casino Maxbet, GOLD DELUXE dan ALLBET
Ikut Promo gan mohon ijin
ReplyDeleteAgen judi online terpercaya di indoneisa Inidewa
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
www.inikorek.com
www.ini31.com
Ikut Promo gan mohon ijin
Agen judi online terpercaya di indoneisa Inidewa
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
www.inikorek.com
www.ini31.com
Ikut Promo gan mohon ijin
ReplyDeleteAgen judi online terpercaya di indoneisa Inidomino
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
Link Alternatif Inidomino !!
www.inimerah.com
www.indm27.com
Ikut Promo gan mohon ijin
Agen judi online terpercaya di indoneisa Inidomino
Bonus Deposit 5,000 ( Setiap Hari )
Bonus Cashback 0,3% ( Setiap 1 Minggu )
Bonus Referral 20% ( Setiap 1 Minggu )
Link Alternatif Inidomino !!
www.inimerah.com
www.indm27.com
Ikut Promo gan mohon ijin
ReplyDeleteKiosCasino Agen Judi Bola Terbaik dan Terpercaya Di Indonesia
Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI
CASINO 338a 1%
ASIA855 0,8%
DREAM GAMING CASINO 0,8% (NEW)
PROMO NEW MAXBET, ROLLINGAN LIVE CASINO 1%
Berlaku Untuk Permainan Live Casino Maxbet, GOLD DELUXE dan ALLBET
Ikut Promo gan mohon ijin
KiosCasino Agen Judi Bola Terbaik dan Terpercaya Di Indonesia
Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI
CASINO 338a 1%
ASIA855 0,8%
DREAM GAMING CASINO 0,8% (NEW)
PROMO NEW MAXBET, ROLLINGAN LIVE CASINO 1%
Berlaku Untuk Permainan Live Casino Maxbet, GOLD DELUXE dan ALLBET
Ikut Promo gan mohon ijin
KiosCasino Agen Judi Bola Terbaik dan Terpercaya Di Indonesia
Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI
CASINO 338a 1%
ASIA855 0,8%
DREAM GAMING CASINO 0,8% (NEW)
PROMO NEW MAXBET, ROLLINGAN LIVE CASINO 1%
Berlaku Untuk Permainan Live Casino Maxbet, GOLD DELUXE dan ALLBET